• Kontak Kami
  • Hotline : 0858 9494 3030
  • SMS : 0858 9494 3030
  • BBM : 79E168AD

Kontak Kami

Selamat berbelanja, Shopper!

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Hari Besar Tutup
Beranda » Hukum » Buku Kebebasan Berkontrak & Pacta Sunt Servanda Versus Iktikad Baik, Sikap

Buku Kebebasan Berkontrak & Pacta Sunt Servanda Versus Iktikad Baik, Sikap

Ditambahkan pada: 21 August 2017 / Kategori:
Kode : -
Stok :
Dilihat : 17 kali
Review : Belum ada review
INFO HARGA
Silahkan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi harga produk ini.

Bagikan informasi tentang Buku Kebebasan Berkontrak & Pacta Sunt Servanda Versus Iktikad Baik, Sikap kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Buku Kebebasan Berkontrak & Pacta Sunt Servanda Versus Iktikad Baik, Sikap

Kebebasan Berkontrak & Pacta Sunt Servanda Versus Iktikad Baik, Sikap yang Harus diambil Pengadilan – Ridwan Khairandy
Pengarang : RIDWAN KHAIRANDY
Tahun Terbit : 2016

Prof. Ridwan Khairandy mengamati bahwa seringkali pengadilan menghadapi dilema antara memegang teguh asas kebebasan berkontrak bersama yang menerapkan asas facta sunt servanda dengan asas kepatutan atau itikad baik. Yurisprudensi menunjukkan adanya ketidak konsistenan pengadilan dalam mengambil sikap terhadap asas tersebut. Sebagian putusan memegang teguh asas kebebasan dan asas facta sunt servanda, tanpa memperhatikan adil tidaknya kontrak yang bersangkutan, tetapi ada pula hakim yang mengambil sikap untuk lebih mengkedepankan asas iktikad baik dalam putusannya. Terdapat lima hal penting yang disampaikan Prof. Ridwan Khairandy dalam penelitian yang telah dilakukannya, Pertama, keberadaan asas kebebasan berkontrak tidak dapat dilepaskan dari pengaruh aliran filsafat politik dan ekonomi liberal yang berkembang pada abad kedelapanbelas dan kesembilanbelas. Kedua, sebagai akibat dari pengaruh paradigma kebebasan berkontrak di atas, terjadi sakralisasi otonomi individu dalam kontrak. Ketiga, belakangan terbukti bahwa kebebasan berkontrak mengalami banyak kelemahan dan kritik .Keempat, pengertian iktikad baik memiliki dua dimensi yakni dimensi subjektif, yang berarti iktikad baik mengarah kepada makna kejujuran. Dimensi yang kedua adalah dimensi yang memaknai iktikad baik sebagai kepantasan dan kepatutan atau keadilan. Yang terakhir menurut Prof. Ridwan Khairandy, hakim bukanlah mulut undang-undang atau mulut hukum positif pada umumnya, hakim pun tidak sekedar menerapkan bunyi suatu perjanjian yang merupakan undang-undang bagi para pihak yang membuatnya melainkan merupakan mulut kepatutan, keadilan, kepentingan umum, dan ketertiban umum. Apabila penerapan hukum bertentangan dengan prinsip di atas, maka hakim harus memilih kepatutan, keadilan, kepentingan umum, dan ketertiban umum, pun<BR>Mohon Tanyakan stok terlebih dahulu ke 0858 9494 3030

 

Belum ada review untuk Buku Kebebasan Berkontrak & Pacta Sunt Servanda Versus Iktikad Baik, Sikap

Silahkan tulis review Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*







SIDEBAR