Toko Buku Online  Keranjang Belanja (0)
 
BUKU YANG SEDANG DILIHAT

Customer Service

Telp / SMS : 0812 1350 4060
0815 1418 6383
WA / Line : 0815 1418 6383
Pin BB : 25CAE4AE
Yahoo! Chat :

Keluhan & Komplain

Sudah pesan, tapi buku belum diterima ? silakan klik disini untuk komplain

Resensi Buku

Ya Tuhan!  Ketika Ayah bicara cukup keras begitu, Bapak Presiden sudah berdiri di depan pintu dengan senyum tertahan!  Ayah, yang juga sudah melihatnya, langsung menyilahkan duduk. Aku malu Selengkapnya...

Pojok Buku di Facebook

KATALOG BUKUNon FiksiSejarah

Menak Djinggo Sekar Kedaton

 PEMESANAN
Menak Djinggo Sekar Kedaton
Judul Buku : Menak Djinggo Sekar Kedaton
ISBN :
Penulis :
Penerbit : Tiga Serangkai
Jumlah Halaman :
Harga : Rp 125.000

Udara mendidih di Tatag Rambat Bale Manguntur dan bara api neraka yang bersembunyi di bawah tanah bagai siap menghanguskan apa pun dan siapa pun, seolah tak rela tidak disertakan dalam perebutan kekuasaan. Di salah satu sayap ada Kusumawardani, di sayap istana yang lain ada Bhre Wirabumi, sementara juga ada keculasan yang memihak dan fitnah yang mengarah. Dengan keutuhan yang terancam, apalagi tanpa Gajah Mada yang telah tiada, bayang-bayang suram itu mulai menampakkan wujudnya.

“Majapahit adalah sebuah negara yang besar,” kata Hayam Wuruk, “Majapahit masih membutuhkan orang seperti mendiang Paman Gajah Mada. Untuk mengurus negara yang membentang demikian luas, aku tidak punya pilihan lain, harus menempatkan anak lelakiku sebagai calon penggantiku. Aku akan menempatkan Bhre Wirabumi sebagai kumararaja.”

Hayam Wuruk telah mengeluarkan isi hatinya dengan kesadaran penuh. Apa yang ia ucapkan itu menyebabkan ibunya kecewa. Sebenarnyalah Sri Gitarja merasa dadanya seketika retak oleh rasa kecewa yang bergumpal-gumpal. Amat sulit bagi Sri Gitarja untuk menerima Bhre Wirabumi yang akan mewarisi takhta meski Wirabumi adalah juga cucunya, mewarisi aliran darahnya.

“Lalu, akan kautempatkan di mana dan sebagai apa anakmu yang terlahir dari Permaisuri, Raden Tetep?” tanya Sri Gitarja dengan nada tinggi.